NRIMO ING PANDUM

Apakah anda pernah mendengar sebuah ungkapan “nrimo ing pandum” Bagi anda orang jawa tentu sudah tak asing dengan ungkapan itu. Tapi jika anda bukan orang jawa namun berada dalam lingungan orang-orang jawa mungkin pernah mendengar kalimat itu dan bwrtanya tanya apa artinya?

Nrimo ing pandum bisa di artikan menerima dengan pemberian. Dalam lingkup yang lebih luas bisa di artikan “menerima dengan lapang dada terhadap apa yang telah tuhan berikan padanya, segala sesuatu yang melekat pada dirinya atau lika liku hidup yang harus dia jalani.” atau kalau dalam ajaran Islam bisa di artikan sifay qona’ah. Nrimo ing pandum juga bisa di artikan menjadikan sebuah kekurangan menjadi sebuah kelebihan sebagai bentuk rasa syukur.

Di sekitar kita banyak makhluk yang memiliki sifat qona’ah atau nrimo ing pandum yang bisa kita temui salah satunya adalah cicak. Cicak yang sering kita temui di rumah biasanya berlarian di dinding atau langit-langit rumah. Cicak tidak memiliki sayap dan tidak bisa terbang, tapi makanan utamanya adalah binatang bersayap yang sudah pasti bisa terbang, seperti nyamuk, lalat dan serangga kecil lainnya. Tapi belum pernah kita lihat ada cicak mati kelaparan karena tidak mendapat makanan. Dia hanya bisa sabar menunggu kapan ada serangga yang terbang mendekatinya. Dan ketika ada serangga yang mendekatinya dekat cepat dia menagkap serangga itu dengan menjulurkan lidahnya. Anehnya setiap hari ada saja binatang yang menjadi santapannya. Sehingga walaupun cicak tidak memiliki sayap, padahal makanan utamanya binatang bersayap dia tidak pernah mengeluh dengan keadaannya.

Contoh lain binatang yang qona’ah atau nrimo ing pandum adalah, laba-laba yang harus sabar menunggu mangsanya datang menuju rumahnya, yang sekaligus jebakan yang dia gunakan sebagai alat untuk mendapatlan makanan. Burung yang tidak bisa mencangkul tapi setiap hari bisa pulang dengan perut kenyang dan masih banyak lagi.

Jika binatang-binatang itu bisa nrimo ing pandum dengan segala ketebatasannya namun tetap mendaptlan rizki sesuai yang di janjikan tuhannya. Adakah alasan yang jelas bagi kita yang di ciptalan sempurna untuk tidak bersukur atas apa yang tujan berikan oada kita?

Kita yang sempurna terkadang merasa lemah dan tak bisa berbuat apa apa ketika mendaptkan masalah. Padahal ketika alloh menjadikan sesuatu kekurangan pada diri seseorang agar dia bisa memanfaatkan lebih terhadap apa yang ada padanya.

Banyak orang yang maaf pincang, bisa menjadi atlet lari. Ada orang yang buta bisa menjadi seniman handal. Ada orang daya tangkap otaknya terbatas karena saraf otaknya terganggu bisa menjadi penghafal al quran.

Saya tidak sedang mengajari tapi hanya sebatas mengajak anda dan kita semua agar lebih bersukur atas apa yang kita miliki. Dan mengoptimalkan apa yang tuhan berikan agar menjadi manfaat dunia dan akherat.

Seperi kisah ku malam ini bukan bermaksud memberikan contoh, karena aku sendiri belum sepenuhnya bisa mengoptimalkan apa yang telah Tuhan berikan. Namun hanya masih dalam tahap belajar berayukur atas apa yang saya miliki.

Aku adalah seorang kuli bangunan, sebuah pekerjaan yang belum tentu penghasilannya. Beberapa waktu lalu aku bekerja di sebuah pembangunan pabrik di Majalengka Jawa Barat. Kurang lebih satu bulan bekerja tanpa libur satu haripun, karena aku kerja harian jadi kalau nggak kerja ya nggak di bayar. Karena disana aku merantau jadi sayang kalau harus libur satu hari saja, sebab makan nya di warung dan kalau kerja nya libur sementara makannya nggak libur kan jatah istri nanti jadi berkurang. hehehehe

Setelah satu bulan bekerja aku pulang ke rumahku di Purwokerto untuk melepas lelah dan melepas rindu sama anak dan istri ku. Sekitar satu minggu aku melepas lelah, aku kembali ke Majalengka untuk bekerja lagi. Namun sayang baru 5 hari saya bekerja pekerjaan harus di hentikan karena matrial bahan baku proyek mengalami keterlambatan pengiriman. Sehingga semua aktiditas proyek di henntikan total. Dan ma tidak mau aku harus pulang.

Di tengah perjalanan menuju Purwokerto, aku berfikir selama poyek ini belum di mulai lagi, cari kerja dimana ya? Tanya ku dalam hati. Namun di sela-sela obrolan teman teman ku dari Banjarnegara, di antara meraka ada yang bilang kalau di sana harha salak lagi murah. Sementara di Purwokerto harganya cukup stabil. Pikir ku “kenapa nggak coba jualan salak aja?”

Setelah sampai di Purwokerto, keesokan harinya aku pulang ke Banjarnegara ke kampung halaman ku, karena asal ku dari sana, namun ketemu jodoh orang Purwokerto. Aku tanya tanya berapa harga salak sebenarnya. Kemudian aku beli 2 karung dan aku bawa menggunakan sepeda motor ku ke Purwokerto. Dan sampai hari ini aku masih jualan salak.

Oh iya… Sebatas info nich broo salak pondoh asal Banjarnegara ini nggak kalah sama salak pondoh daerah lain lhoo. Mulai dari rasa ukuran dan lain sebagai nya. Jika kamu kebetulan tinggal di daerah Purwokerto dan ingin membeli salak pondoh bisa mampir ke rumah ku di kelurahan Arcawinangun RT 04 RW 08 nanti aku kasih diskon 30% dwngan memberikan kode diskon dapat info dari blog ini. ini bukan promosi lhooo hehehehe

Selain itu.

Malam ini aku susah tidur, sampai waktu menunjukan pukul 23.15 wib. Entah kenapa tiba tiba perut ku nerasa lapa padahal habis magrin sudah makan malam. Mau beli makan di luar lagi hujan. Akhirnya aku putuskan pergi ke dapur. Yaaaaa…… barangkali istri ku menyimpan mie instan atau telur agau apa aja yang bisa di maka. Setelah aku cari ternyata yang ada hanya sedikit nasi, kecap, cabai, satu siung bawang merah dan beberapa bumbu masak sisa tadi pagi.

Awalnya aku berfikir untuk membuat nasi goreng, tapi karena takut mengganggu tetangga karena suara wajan saat menggoreng akhrinya aku putuskan untuk mwmbuat sambal kecap saja. Aku potong-potong cabai sama beberapa butir bawang merah di campur beberapa bumbu dapur lalu aku kasih kecap. Karena sudah cukup lapar setelah selsai segera makan. Dan rasanya pun yuuuummiiiiii hehehehe.

Entah karena saking laparnya atau apa saya kurang tau yg jelas tadi terasa sangat nikmat. Mungkin itu salah satu alasan kenapa Rosululloh menganjurkan “makanlah setelah lapar dan berhentilah sebelum kenyang” karena makan dalam keadaan benat-benar lapar tak perlu makanan yang neko neko sudah terasa nikmat. Berbeda jika kita makan dalam keadaan perut tidak benar benar lapar atau hanya lpar sedang saja. Ada makanan enak pun mungkin masih kurag berselera.

Jadi kesimpulannya berayukurlah seperti apapun keadaan kita, karena dengan berayukur sesuatu yang sederhana akan terasa mewah. Sesuatu yang susah akan terasa mudah. Berayukur bukan berarti selalu diam dan hanya menikmati apa yang sudah ada, tapi bergerak mencari solusi dari permasalahan yang sedang kita hadapi juga merupakan bentuk rasa syukur.

3 respons untuk β€˜NRIMO ING PANDUM’

Add yours

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: