Pertemanan Yang Unik

Hari minggu ini saya libur kerja untuk sedikit melepas lelah. Dan saya sempatkan menulis kisah pertemanan yang unik.

Teman atau sahabat umumnya adalah seseorang yang selalu ada saat kita susah maupun senang. Teman, juga merupakan tempat kita berbagi cerita atau tempat curhat selain keluarga seperti ayah, ibu kakak maupun adik. Ya begitulah seharusnya hubungan pertemanan itu.

Tapi, ada pertemanan yang unik menurut saya, selama kurang lebih 2 minggu saya mengenal mereka.

Bagaimana tidak?

Dimana-mana teman itu seharusnya saling menjaga rahasia satu sama lain. Pertemanan seseorang bisa tercerai-berai jika salah satu diantara teman itu ada yang menceritakan aib temannya kepada orang lain. Dan saya yakin, jika kamu punya teman yang mengumbar aib kamu pada orang lain, pasti kamu akan putus hubungan pertemanan mu dengannya. Atau paling tidak kamu jadi sungkan berteman dengannya.

Tapi berbeda dengan pertemanan 4 orang ini. Sebut saja mereka dengan nama samaran jono joni janu dan juna. Saya tidak mau menyebut nama mereka karena saya takut menjadi tukang gosip atau ghibah. Sebab menjadi tukang gosip (menceritkan keburukan orang lain) itu rugi.

Kenapa rugi…??? Sebab, pahala kita akan di transfer kepada orang yang kita bicaraka keburukannya. Dan jika pahala kita sudah habis, maka dosa orang yang kita bicarakan yang akan di transfer ke kita.

Masih suka ngegosip?

Siap siap bangkrut, karena pahala kamu habis . Hehehe

Tapi ini serius, ada dalilnya lhoo.

Ini dalilnya:

“Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?” Mereka (Para sahabat) menjawab: “Orang yang bangkrut di kalangan kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak pula memiliki harta/barang.” Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat. Namun ia juga datang dengan membawa dosa kedzaliman. Ia pernah mencerca si ini, menuduh tanpa bukti terhadap si itu, memakan harta si anu, menumpahkan darah orang ini dan memukul orang itu. Maka sebagai tebusan atas kedzalimannya tersebut, diberikanlah di antara kebaikannya kepada si ini, si anu dan si itu. Hingga apabila kebaikannya telah habis dibagi-bagikan kepada orang-orang yang didzaliminya sementara belum semua kedzalimannya tertebus, diambillah kejelekan/ kesalahan yang dimiliki oleh orang yang didzaliminya lalu ditimpakan kepadanya, kemudian ia dicampakkan ke dalam neraka.” ( HR. MUSLIM No. 6522)

Semoga, postingan saya tidak termasuk ghibah atau gosip karena saya tidak memberi tau siapa pelakunya. Atau secara ekplisit memberi tau kamu sebagai pembaca untuk mengetahui siapa pelakunya.

Bahaya gosip atau ghibah tak kalah dahsyat dengan buruk sangka. Seperti yang pernah aku alami hampir memfitnah orang gara-gara buruk sangka atau su’udzon. Yang saya tulis kisahnya di blog ini yang saya beri judul Bahaya Buruk Sangka

Begini ceritanya, saya dari Purwokerto bekerja di sebuah proyek bangunan di Cikampek. Disini saya bertemu dengan tetangga kampung sebelah dari asal saya Banjarnegara. Karena memang asal saya dari Banjarnegara lalu menikah dengan orang Purwokerto.

Ada empat orang dari Banjarnegara. Empat orang itu berbeda beda sifat dan kebiasaanya. Sebut saja si jono dan joni suka ngopi. Karena mereka berdua suka ngopi kemana pun dia kerja merantau, selalu membawa persediaan kopi. Namun karena mereka berdua tau bahwa dua temannya yang lain yaitu janu dan juna suka ambil kopinya tanpa ijin, di saat dia pergi. Dia meyimpan di tempat yang aman. Intinya janu dan juna suka ngopi juga tapi maunya gratisan alias nggak mau beli sendiri.

Saat janu dan juna kesulitan mencari dimana jono dan joni menyimpan kopi nya. Dia kesal, dan menceritakan kalau si jono dan joni itu pelit. Menyimpan kopi aja kayak menyimpan emas. Saat dia cerita sama aku kayak gitu aku hanya senyum. Sambil berkata dalam hati ” Ya wajar saja dia menyimpan di tempat yang lebih aman, laaah kamunya ngopi tiap hari nggak mau beli sendiri”.

Di sisi lain jono dan joni suka menceritkan janu dan juna. Mereka bilang nggak heran dia merantau jadi pekerja bangunan dan di rumah sudah mampu beli motor dan bangun rumah. Orang kalau merantau apa apa suka minta minta nggak mau beli sendiri.

Solah tak mau kalah, janu dan juna juga suka ngatain jono dan joni. mereka bilang bahwa Jono dan Joni merantau bertahun-tahun tapi nggak bisa beli apa apa.

Itu contoh kecil keburukan yang saling mereka persoalkan. Jika jono dan joni yang sedang berkumpul mereka menceritakan janu dan juna. Begitu pun sebaliknya jika janu dan juna yang sedang bersama ku, mereka menceritkan keburukan jono dan joni. Selalu ada saja keburukan temannya yang selalu di ungkap ke orang lain.

Tapi anehnya saat mereka berempat berkumpul, mereka mgobrol biasa, santai saja seperti tak pernah terjadi apa apa. Bahkan ketika ada teman dari daerah lain yang mengadu ke janu dan juna bahwa jono dan joni suka menceritakan keburukannya, jawabannya cukup mengejutkan buat saya. Dia bilang “Aaah itu sudah biasa, nggak kaget saya”

Saya sendiri bingung ketika di ajak mereka membicakan aib temannya yang lain. Karena aku tidak mau jadi pendengar gosip. Sebelum mereka memiliki waktu menceritakan keburukan temannya. Saya dahulukan banyak cerita misalnya nasalah pekerjaan, suasana di sini atau bertanya sedang musim apa di Banjarnegara.

Catatan: Sebelum bergosip atau menceritakan keburukan orang lain. Bertanya lah dalam hati. Sudah siapkah kita bangkrut di akherat nanti? Sebab pahala kita akan di ambil oleh mereka yang kita ceritakan keburukannya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: