Anak Susah diam, Apakah Hiper Aktif?

Anak susah diam, apakah hiper aktif?

Pertanyaan itu pernah muncul dalam benak saya. Mengingat anak perempuan saya Khayla Annisa Nur Azizah yang baru berusia 2 tahun 3 bulan sangat aktif dan susah diam. Hal ini saya perhatikan semenjak dia bisa berjalan, sekitar satu tahun yang lalu.

Sejak saat itu dia aktif sekali bergerak. Dan ada saja yang dia lakukan. Mulai dorong dorong kursi kecil miliknya kesana kemari. Naik turun kursi atau meja. Bahkan yang sempat membuat saya kaget, dia pernah naik ke tumpukan batu milik tetangga. Sebagai orang tua, tentu saya saya sangat khawatir. Bagaimana jika tiba-tiba batu itu runtuh dan mengenai kakinya? Untung saja aku segera melihat lalu aku bujuk agar bermain di dalam rumah.

Bahkan ketika aku sedang di rumah, dia suka minta aku merangkak dan dia naik di punggung ku. Katanya naik kuda šŸ˜‚šŸ˜‚šŸ˜‚

Pertanyaan itu belum sempat terjawab. Karena berbagai kesibukan kami sebagai orang tua.

Namun sore tadi tiba tiba istri ku mengirim pesan via whatsapp. Dia bilang bahwa ternyata kemungkinan besar Khayla memiliki kecerdasan kinestetik yang tinggi. Istri ku baru saja baca sebuah artikel di facebook yang membahas tentang ciri-ciri dengan kecerdasan kinestetik. Sayangnya dia tidak memberi tau secara rinci tentang kecerdasan kinestetik itu.

Karena aku baru dengar istilah itu, aku pun mencari tau. Apa itu Kecerdasan kinestetik? Dan apa saja ciri ciri anak dengan kecerdasan kinestetik.

Apakah kecerdasan kinestetik itu?

Di lansir dari berbagai sumber.

Secara umum, kecerdasan kinestetik adalah kecerdasan yang berkaitan dengan bakat atau kemampuan dalam mengendalikan gerak tubuh dan keterampilan dalam menangani suatu benda.

Anak yang memiliki kecerdasan kinestetik tinggi sangat menikmati kegiatan fisik, seperti berjalan kaki, berlari, menari, berenang memainkan bola atau benda tertentu dan lain sebagainya. Mereka sangat lincah, gesit serta trampil.

Bagaimana mengetahui anak yang memiliki kecerdasan kinestetik tinggi?? Berikut ciri-cirinya.

1. Anak selalu bergerak, tangan dan kakinya susah diam, selalu saja ada hal yang dia lakukan. Misalnya memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lainnya. Dia melakukannya tanpa merasa lelah dan merasa puas dengan aktivitasnya tersebut.

2. Fisiknya cenderung lebih kuat dibandingkan dengan fisik anak seusianya. Gerakannya selalu terkoordinasi dengan baik, mempunyai naluri yang kuat tentang gerakan tubuhnya, seperti mampu mengkordinasi antara tangan dengan mata secara reflek serta reaksi yang baik.

3. Pada umumnya anak yang memiliki kecerdasan kinestetik sangat senang dengan kegiatan fisik, seperti menari, berolah raga dan aktivitas fisik lainnya.

Namun selain ciri-ciri yang bersifat positif, anak dengan kecerdasan kinestetik tinggi juga memiliki ciri-ciri negatif.

Ciri-ciri negatif itu antara lain.

1. Cepat bosan apabila melakukan suatu aktivitas, karena cenderung cepat lelah akibat terlalu banyak bergerak.

2. Sulit memahami suatu prosedural atau langkah-langkah yang teratur sehingga kelihatannya sulit dikendalikan.

Akan tetapi meski memiliki ciri negatif kita sebagai orang tua tak perlu khawatir. Sebab manusia pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Termasuk sisi postif dan neHehehe

Setelah mengetahui hal itu, kini terjawab sudah kenapa anak ku selalu aktif. Dan karena sangat aktif itu, fisik anak ku bisa di bilang sangat kuat untuk anak seusianya. Bahkan lebih kuat dari saudara sepupunya, yang unurnya satu tahun lebih tua darinya. Bahkan terkadang bila mereka bertengkar dan beradu fisik, anak ku selalu menang. Namun meskipun anak ku suka menang, bukan berarti aku membiarkan mereka bertengkar. Hehehe

Dan dari sini, saya semakin mantap dengan niat saya mengajari anak ku belajar bela diri bila saatnya sudah tepat nanti. Niat yang aku miliki semenjak istri ku hamil dan sempat terhapus setelah tau dari hasil USG bahwa ternyata anak ku perempuan. Dimana perempuan biasanya enggan melakukan sesuatu yag terlalu menguras tenaga.

Niat ini juga berdasarkan kenyatan yang ada. Bahwa memang, anak dengan kecerdasan kinestetik sangat baik di ajari sesuatu yang berkaitan dengan gerak tubuh. Seperti lari, berenang, menari,memahat, melukis, bermain sepak bola dan ilmu bela diri.

Hal ini juga harus saya imbangi dengan pengertian dan pemahaman manfaat dari belajar bela diri. Tapi juga tak lepas dari minat si anak nanti. Apabila dia memiliki keinginan lain maka aku pun tak bisa memaksa. Dan hanya bisa mendukung apa yang ingin dia lakuan. Selama hal itu positif dan bermanfaat.

Catatan: Apabila kita memiliki anak yang tak bisa diam, janganlah memarahi dia. Apalagi menghakimi dia sebagai anak hiper aktif atau anak bandel bahkan anak nakal. Sebab di balik sifat anak yang tak di sukai orang tua, bisa jadi itu adalah tanda cikal bakal kelebihan si anak. Cari tau mengapa dan bagaiama sisi negatif anak bisa menjadi sisi positif baginya di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: