Sudah tau Prosopagnosia? Ketahui sebelum kamu di cap sombong

Apakah kamu penasaran apa itu prosopagnosia?

Bagi kamu yang belum tau apa itu prosopagnosia. Tak ada salahnya membaca sedikit cerita saya ini, utuk lebih memahami apa itu prosopagnosia.

Teringat kejadian beberapa bulan lalu, ketika saya sedang mengendarai sepeda motor. Tiba-tiba di tengah jalan ada seseorang menyapa “Woooy mau kemana?” Karena aku merasa tidak kenal dengan orang itu, dan tidak yakin dia menyapa ku. Aku pun berlalu begitu saja.

Tapi malamnya ada chat facebook masuk dari teman lama ku. Dia bilang “Sombong amat di sapa diem aja”

Aku pun membalas pesan dia”Sombong gundulmu, kapan kamu ketemu aku?” Dia bilang tadi di jalan.

Setelah dia cerita, akhirnya aku ingat dan langsung minta maaf, dan beralasan lagi nggak fokus.

Selain itu kemarin, sekitar 3 atau 4 minggu lalu. di facebook, ada permintaan pertemanan baru. Setelah aku konfirmasi, dia juga bilang aku sombong. Yang mengherankan dia adalah Mantan pacar. Cieeee 😂😂😂

Dia bilang aku sombong katanya saat aku nganterin pak de ku yang kebetulan tetangga si do’i. Aku tidak menyapa dia. Padahal katanya, tepat saat aku berhenti di depan rumah pak de ku. Dia berada di depan ku. Dan aku sama sekali tidak menyapa. Memang si saat itu ada seorang wanita. Tapi kan aku nggak kenal, masa suruh sok kenal? 😜😜😜

Setelah dia cerita, aku pun mengcek koleksi fotonya. Dan anehnya saya tetap tidak mengenali dia sebagai seseorang yang pernah aku kenal, apalagi pacar. Tapi facebook itu memang menggunakan nama yang sedikit mirip dengan mantan ku itu. Bahkan aku baru sedikit yakin kalau dia mantan ku, setelah dia cerita urutan bagaimana kami bisa kenal, jadian sampai putus.

Tapi itu hanya masalalu, sekarang aku sudah memiliki seorang wanita yang sangat aku cintai. Ini dia

Hihi😁😁😁

Dalam hati aku jadi bertanya tanya separah inikah daya ingat ku?

Setelah kejadian itu, aku jadi teringat konyolnya pertemuan pertama dengan teman sekolah, setelah lama tak berjumpa.

Cerita ini lebih parah. Kenapa?

Dari pertama teman ku ini memberhentikan ku di tengah jalan. Saling tanya kabar. Sampai nanya udah nikah apa belum. Punya anak berapa. Dan ngobrol ngalor ngalor ngidul kurang lebih setengah jam. Saya tetap tidak ngeh dia siapa, meski dalam hati aku yakin dia teman sekolah ku. Untuk bertanya dia siapa namanya rasanya sangat tidak elok.

Hingga sampai dia berpamitan, dan berbasa basi mengajak ku main ke rumahnya “Yuk main ke Kaliwadas.” Sambil melongo karena baru sadar kalau dia adalah Suprihatin satu-satunya teman laki-laki ku dari desa Kaliwadas. Dan satu-satunya teman lelaki di sekolah yang namanya mirip nama cewek. Aku menjawab “Ya kapan-kapan”

Dari runtutan kejadian itu. Aku mencari tau, dengan bertanya sama mbah google.

Ternyata ada kemungkinan saya mengidap penyakit buta wajah atau dalam dunia medis lebih umum di kenal dengan nama prosopagnosia.

Sumber gambar: inilah.com penyakit buta wajah

Di kutip dari detik health,

Prosopagnosia istilah ini berasal dari bahasa Yunani ‘prosopon’ yang berarti wajah dan ‘agnosia’ yang berarti ketidaktahuan. Atau kesulitan mengenali wajah seseorang.

Menurut Ken Nakayama, seorang profesor psikologi di Harvard, ada sekitar 100 kasus Prosopagnosia yang berhasil didokumentasikan sampai beberapa tahun yang lalu. Akan tetapi, penelitian tahun 2006 menunjukkan bahwa sekitar 1 dari 50 warga AS mengidap Prosopagnosia.

Dr Thomas Gruter dari Institute of Human Genetics di Munster, Jerman dia berkata “Ini adalah kejutan besar.” Dia meneliti tentang Prosopagnosia sekaligus mengidap penyakitnya.

Pada pengidap Prosopagnosia, gejalanya bisa bervariasi. Biasanya penderitanya tidak memiliki kesulitan membedakan antara mata dengan hidung, atau mengenali bahwa bagian tubuh tersebut adalah wajah. Yang sulit adalah mengenali karakteristik yang sama ketika melihat wajah untuk kedua kalinya.

Pada beberapa kasus yang cukup ekstrim, penderita penyakit ini bahkan tidak bisa mengenali wajahnya sendiri di cermin. Misalnya Gaylen Howard (40 tahun) asal Colorado yang mengaku bahwa ketika ia berdiri di depan cermin toilet yang ramai, dia akan membuat wajah lucu agar bisa mengenali yang manakah wajahnya.

Penelitian juga menemukan bahwa pengidap Prosopagnosia cenderung memiliki kerabat yang memiliki frekuensi gangguan lebih tinggi dari biasanya. Gangguan ini di duga, disebabkan oleh adanya kecacatan dalam gen. Jadi jika seseorang mengidap Prosopagnosia, ada kemungkinan 50 persen anaknya akan memiliki kondisi yang sama.

Prosopagnosia juga di sebabkan rusaknya sel otak. Sepeti kemampuan untuk mengingat yang menurun secara umum.

Sayangnya, stigma sosial yang melekat terhadap pengidap penyakit ini adalah dianggap malas atau tidak peduli. Bahkan menilai penderita penyakit ini sebagai seorang yang angkuh dan sombong.

Saya belum menemukan artikel yang membahasa cara mengatasi masalah ini, selain rajin berolahraga dan melakukan pola hidup sehat.

Jika ada yang tau boleh di tambahkan di kolom komentar.

25 respons untuk ‘Sudah tau Prosopagnosia? Ketahui sebelum kamu di cap sombong’

Add yours

  1. Saya juga sering gitu, Mas. Ga mengenal lagi padahal baru kenalan beberapa hari sebelumnya. Pernah kenalan dengan orang Bangladesh sebelumnya dan ngobrol banyak di bis. Beberapa hari kemudian ada disenyumin dan disapa oleh orang yang sama. Saya agak2 cuek, karena dipikir dia orang India. Walaah…
    Jadi malu waktu itu… Padahal dia sudah berusaha ramah.
    Untuk kenalan lama yang sudah lama ga ketemu sudah ga kehitung lagi…

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: