5 Akibat Fatal Jika Sering Meninggalkan Anak

Kamu pernah meninggalkan anak dalam wakt lama?

Sebagai seorang ayah, sebelumnya aku tidak tau banyak hal. Apa akibat yang di timbulkan, jika anak sering di tinggalkan oleh orang tua, selain kedekatan yang berkurang.

Tapi ternyata tidak hanya itu.

Secuil kisah yang mungkin bisa menjadi pelajaran buat orang tua. Terutama buat saya pribadi.

Hari sabtu kemarin, saya pulang dari Cikampek ke rumah istri saya di Purwokerto. Dengan memendam rasa rindu yang sangat berat pada anak dan istri setelah sebelumnya bekerja selama kurang lebih 2 bulan.

Sesampainya di depan rumah, aku melihat anak ku sedang bermain dengan temannya. Anehnya dia hanya bengong melihat ku datang. Tak seperti biasanya ketika aku pulang dia langsung merangkul dan minta di gendong.

Bahkan ketika aku melepaskan helm dan menggendongnya. Dia hanya diam, sambil terus memandangi wajahku. Aku sedikit berfikir, apakah mungkin dia mengidap prosopagnosia seperti yang aku alami?

Ah rasanya tak mungkin. Sebab selama di sana aku kuga sering melakukan panggilan video.

Tak ingin dia terus diam. Aku pun mencoba memberika beberapa pertanyaan. Lagi main apa? Diam tetap saja diam. Lalu aku tanya ibu mana? Tetap juga diam.

Sampai istri saya keluar dari rumah, baru dia bilang. Bu ayah pulang.

Oh ternyata. Mungkin dia hanya kaget atau syok. Atau mungkin juga dia kesal karena di tinggal terlalu lama. Sebab biasanya, aku hanya pergi selama 2 minggu atau paling lama satu bulan. Sedangkan kali ini sampai 2 bulan.

Seperti yang aku ceritakan di atas. Aku nggak cuma merindukan anak ku tapi juga istri tercinta. Setelah istri ku keluar rumah aku langsung mencium keningnya. Lalu cipika cipiki. 😁😁😁

(Kamu yang jomblo jangan baca bagian ini. Nanti jadi pengin) 😜😜😜😜😜 tapi kalau udah terlankur baca ya lanjutin aja. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Walau aku bukan suami yang romantis seperti yang pernah aku tulis di di sini. Tapi aku selalu berusaha menjadi suami yang bisa membahahiakan istri dam keluarga.

Setelah anak ku kembali akrab dan kembali dekat dengan ku. Aku pun mengajaknya bermain. Sampai akhirnya dia minta di gendong terus sampai sore.

Saat bermain dengan khayla. Tapi ini foto lama sebab kemarin nggak sempat foto. Saking asyiknya bermain dengan anak.

Setelah anak ku tidur. Tiba saatnya bermain main dengan istri.

Tapi bagian ini tidak ditayangkan takut para jomblo ngiri kasian nanti. Ahihi πŸ˜‚πŸ˜πŸ˜œπŸ˜‚πŸ˜πŸ˜œπŸ˜‚

Tapi sebelum itu aku menyempatkan cari tau kenapa anak seperti tak mengenaliku saat aku baru pulang. Seprti biasa, akupun bertanya sama si mbah. Sebab aku nggak punya konsultan untuk di ajak konsultasi. Hehehe

Tibalah aku di sebuat situs nova.grid.id

Kenapa aku berhenti di situ? Karena artikelnya di sertai analisa atau hasil penelitian seorang ahli.

Disana tidak di jelaskan secara urut apa akibat jika anak sering ditinggalkan. Tapi aku mencoba menulis di sini di kasih nomer. Biar kalau ada yang nyasar ke blog saya mudah mengingat.

Saya nggak tau apakah ini merupakan tindakan plagiat apa bukan. Yang penting saya tuliskan sumbernya. Hehehe

Setidaknya ini akibat jika anak sering di tinggalkan oleh orang tua. Baik akibat bagi si anak maupun orang tua.

1. Kirang kasih sayang

Terutama jika anak di tinggalkan oleh kedua orang tuanya. Jika bukan karena suatu sebab yang mendesak. Sebaiknya salah satu saja yang pergi dalam waktu lama. Entah itu karena alasan pekerjaan, kuliah atapun urusan lain. Jika harus pergi dalam waktu lama.

2. Hilangnya kedekatan

Hal akan terjadi terutama jika anak di tinggalkan dalam waktu lama. Salah satunya seperti kisah ku di atas. Penyebabnya tentu saja karena anak jarang berinteraksi dengan orang tua.

3. Stres

Menurut Alma Nadhira, psikolog dari RS Fatmawati, Jakarta. Anak yang sering di tinggal oleh orang tuanya. Terutama ditinggal oleh kedua orang tuanya. Akan lebih rentan mengalami stres. Kecuali bagi anak yang nemang terbiasa diti ggal sejak baru lahir.

4. Trauma

Karena sering di tinggalkan anak juga akan merasa kehilangan. Hal inu akan menimbulkan rasa trauma pada diri anak.

5. Anak salah bergaul

Dengan di tinggal orag tua, anak akan merasa kesepian kurang perhatian. Dan apabila si anak tidak memiliki figur pengganti yang tepat dia akan mencari perhatian dari orang luar. Dan berakibat fatal jika dua nergaul dengan orang yang salah.

Solusinya

1. Jika memang tidak karena alasan yang mendesak sebaiknya jangan telalu sering meninggalkan anak dalam waktu lama.

2. Jika memang terpaksa harus meninggalkan anak. Sebaiknya salah satu dar ayah atau ibu saja yang pergi. Agar anak tetap miliki figur orang tua.

3. Jika kedua orang tua harus pergi semua, sebaiknya cari figur pengganti yang tidak hanya bersedia mengurus si anak. Tapi juga yang mampu memberi figur danvteladan yang baik buat si anak. Misalnya kakek nenek atau saudara yang dapat dipercaya.

4. Selama di tinggalkan sebaiknya tetap jaga komunikasi dengan anak. Bisa telpon saat ada waktu senggang, melaukan panggilam video, kirim foto dan lain-lain.

Sekian postingan ku kali ini.

Kalau ada yang ingin menambahkan atau memberikan saran. Boleh di tambahka di kolom komentar.

Iklan

21 respons untuk β€˜5 Akibat Fatal Jika Sering Meninggalkan Anak’

Add yours

  1. Wah sepertinya aku punya teman yang memiliki topik yang sama nih, topik mbaperin yang jones, wkwkwkw
    apapun itu, anak tetap tnggung jawab orang tua hingga besar. jadi akan lebih baik ada yang jaga yah mas, tidak serta merta nitipin anak ke pembantu atau beby siter, sementara orang tuanya sibuk ngurusin dunia aja.
    dunia memang perlu dikejar, namun gak harus ngorbanin masa depan juga, karena anak adalah sebaik-baiknya masa depan.

    Disukai oleh 1 orang

  2. Anak seusia itu memang dalam masa golden age jadi butuh perhatian yang lebih intens dari ortunya.

    Sedikit saran tentang penulisan, kalimat dengan bentuk pasif itu seharusnya disambung. Seperti ditambahkan bukan di tambahkan dan sebagainya.

    Jika kata ‘di’ dipisah spasi itu menjelaskan tempat seperti Di Bandung.

    Dan ada beberapa hal lainnya, seperti kata anak ku yang seharusnya ditulis anakku.

    Salam

    Disukai oleh 1 orang

  3. Wow menarik juga blognya mas, ko saya baru berkunjung ya πŸ˜€ Salam kenal mas… dan dah banyak juga yang berkunjung, jadi iri saya, hehe… Sukses selalu ya mas…

    Btw, saya ada rencana mau sendirian tinggal dijakarta sementara istri dan anak-anak tinggal dikampung saja, karena ada beberapa hal yang jadi pertimbangan. Rencananya saya akan mengunjungi mereka sepekan sekali, menurut mas gimana itu ya? apa ada saran?

    Mohon masukannya ya mas & terima kasih

    Disukai oleh 1 orang

    1. Salam kenal juga mas,

      Sebenarnya si gpp ditggal juga, aku jg perantau jd kadang ya ninggal keluarga. Kan masih ada istri. Klo saran sempatkan menelfon atau video call setiap ada wktu. biar tetap ada kedekatan dgn anak. Itu saja si sarannya.

      Btw anak usia brpa mas?

      Suka

  4. kalo pengalaman saya sama anak pertama mungkin agak mirip jadi sejak anak umur 1-7 bulan itu saya kerja di Cikarang istri di Subang, pulangnya seminggu sekali, anak saya malah lebih akrab sama uwanya dibanding saya, pas disuruh milih saya apa uwa anak saya lebih memilih uwa, tapi yang bikin saya trenyuh itu pas lagi kerja istri sms katanya pas lagi main di tetangga, ada bapak-bapak yang ngasuh anak muter-muter naik motor, anaknya digendong didepan, anak saya katanya ngeliatin terus sama mukanya kaya yang sedih. nah gara-gara itu saya langsung resign terus pindah kerja di Purwakarta yang dekat tiap hari bisa ketemu anak

    Disukai oleh 1 orang

    1. Iya mas anak yg ditingal sejak kecil atau di asuh irng lain pasti akan memiliki ikatan batin yg lebih kuat dengan orang yg merwat drpda sama orng tuanya sndri.

      Apa yg sampean rasakan sedang saya rasakan saat ini mas. Makanya saya ada rencana buat pulang saja ke Purwokerto kerja apa saja disana yg penting dekat dengan anak. Apalagi sekarang istri saya juga lg krj dan anak tinggal sama embahnya.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: