Hitam Putih Komunitas Vespa

Siapa yang tak kenal motor vespa? Saya rasa hampir semua orang di penjuru dunia ini tau, seperti apa motor vespa dengan berbagai ciri khas yang melekat padanya.

Seperti yang kita tau hampir semua motor dengan berbagai merk atau jenis tertentu memiliki komunitas, begitupun dengan vespa. Komunitas vespa identik dengan beberapa annggotanya yang berambut gimbal, penampilan dekil, badan bertato, dan telinga bertindik. Ya walapun tidak semua seperti itu.

Penampilan semacam itu biasanya menjadi penyebab mendapat penilaian negatif dari masyarakat. Sebenarnya, penilaian negatif masyarakat terhadap mereka tidaklah selalu benar. Nyatanya banyak juga komunitas vespa melakukan hal hal positif seperti membantu warga bekerja bakti, donor darah, bakti sosial dan lain lain.

Salah satu hal positif yang dilakukan komunitas vespa yang dapat saya lihat seperti yang baru saja di gelar di Semarang. Acara yang digelar pada Sabtu dan minggu tanggal 21 dan 22 Juli 2018 di lapangan TNI KODAM 4 DIPONEGORO kelurahan Tembalang Semarang ini, diisi dengan berbagai kegiatan positif. Beberapa kegiatan yang saya ketahui adalah donor darah dan pengajian. Acara ini konon katanya diikiuti oleh beberapa komunitas vespa sejawa bali, tapi ada juga yang bilang bahwa acara ini diikuti komunitas vespa se Indonesia. Saya kurang begitu tahu soal ini karena tidak begitu antusias mengikuti.

Acara ini diselengarakan tujuan utamanya adalah untuk menjalin silaturohim antar komunitas vespa di berbagai daerah dan saling berbagi tips perawatan, modifikasi dan lain-lain.

Ironisnya, kegiatan positif yang diseleggarakan oleh panitia dengan tujuan untuk hal-hal positif dan menghilangkan penilaian negatif masyarakat, tidak diikuti oleh semua anggota komunitas. Salah satunya membuang sampah dan tidur disembarang tempat. Tak hanya itu, hal yang paling menjijikan adalah adanya beberapa anggota yang buang air besar sembarangan. Bahkan ada yang nekat buang air besar di dekat jendela kamar anggota TNI. Ini menurut penuturan pak Sudibyo salah satu anggota TNI yang mengeluhkan hal tersebut.

S

Sebenarnya hal itu tidak seharusnya terjadi, sebab di asrama TNI juga sudah disediakan toilet. Walau memang kapasitasnya tidak mencukupi, tapi warga sekitar juga tidak keberatan untuk memberikan tumpangan sekedar buang air, mencuci muka, bahkan mandi. Dan bahkan jika saking terpakasanya bisa buang air ke sungai yang berada tidak jauh dari asrama.

Yang lebih ironis lagi adalah ketika sedang diadakan pengajian, ada beberapa anggota yang pesta miras di pinggir lapangan. Dan bagi mereka yang tak cukup uang untuk membeli miras, meminum obat batuk dalam dosis tinggi sebagai gantinya. Ini menurut penuturan beberapa warga yang menyaksikan kejadian itu.

Jika dilihat sepintas, kejadian itu seperti mustahil terjadi mengingat acara itu digelar di lapangan asrama TNI yang dijaga oleh anggota polisi dan TNI. Tapi nyatanya, setelah saya melihat di lapangan penjagaan memang tidak begitu ketat. Hanya di beberapa titik saja yang dijaga. Seperti di dekat pintu masuk, dekat panggung, dan tenda panitia saja.

Terlepas dari sisi negatif yang saya sebutkan di atas, ada satu kebanggaan yang mereka ucapkan yaitu solidaritas yang tinggi. Konon sesama komunitas vespa meniliki solidaritas yang sangat tinggi.

Walau sebenarnya saya masih mempertanyakan hal itu. Mungkin karena saya tidak tahu persis tentang mereka. Tapi ada satu fakta yang tak terbanthkan jika memang rasa solidaritas diantara mereka sangat tinggi hal yang saya lihat tidak seharusnya terjadi.

Hal yang saya lihat itu adanya beberapa anggota yang meminta nasi kepada warga karena kehabisan bekal, tapi disisi lain banyak diantara mereka mampu membeli makanan di warung, tetapi tidak mengajak sesamanya. Apa mungkin mereka yang mampu membeli makan diwarung tidak tahu? Atau mungkun yang kehabisan bekal itu malu minta pada sesama anggota? Entahlah.

Beruntungnya warga sekitar tidak keberatan dimintai nasi. Ada beberapa warga yang dengan senang hati memberikan makanan gratis bagi mereka datang dengan bekal pas-pasan. Seperti kakak saya memberikan mie ayam gratis pada beberapa orang yang minta nasi karena mereka kehabisan bekal. Ada lagi ibu sujiah yang rela libur kerja demi masak khusus buat mereka. Dan masih banyak lagi warga yang memberikan makanan pada mereka.

Saya menulis postingan ini bukan untuk menjatuhkan nama baik komunitas vespa. Hanya saja, agar menjadi perhatian bagi panitia, barang kali ada pembaca postingan ini dari kalangan komunitas vespa. Alangkah baiknya apabila akan menyelengarakan acara semacam ini, segala sesuatunya dipersiapkan dengan lebih matang. Tidak hanya soal agenda acara yang akan diselenggarakan, tetapi juga masalah lain seperti himbauan membuang sampah pada tempatnya, ketersediaan toilet dan lain-lain.

Apapun yang terjadi kemarin, semoga komunitas vespa tetap jaya. Tetap melakukan berbagai kegiatan yang positif, serta menghindari hal hal negatif agat menjadi lebih diterima dikalangan masyarakat luas.

Sebab saya yakin setiap komunitas yang dibangun, pasti bertujuan baik.

Iklan

28 respons untuk β€˜Hitam Putih Komunitas Vespa’

Add yours

          1. Sebenarnya ada si komunitas vespa yg memang positif. Tapi sepengetahuan saya juga banyak yang negatif.

            Acara ini udah yg kedua kalinya diadakan di sini. Dulu juga pernah, mungkin sekitar 8-10 taun yg lalum waktu aku blm lama mengunjakan kaki di Semarang.

            Bahkan pas dulu lebih parah. Ada mobil bergoyang versi vespa kata orang Β² yg smpat melihat.

            Suka

  1. Wah, akhirnya nulis lagi nih mas.

    Saya paling sebel sama orang yang buang air sembarangan, sering saya menjumpai ada pemain futsal yang kencing di botol. Padahal toilet ada dan dekat. Nih orang-orang kayak gini bener-bener jorok dan pemalas.

    Soal komunitas, saya juga jarang ikut-ikutan sih, saya kurang bisa membaur kalo dalam keramaian kayak gitu. Kebanyakan sisi negatifnya juga, walau memang bisa menyambung tali silaturahmi dan kekompakan.

    Disukai oleh 1 orang

    1. Iya mas baru sempat dan baru nemu ide menulis juga hehehe.

      Soal buang air, ini lebih parah bukan lagi buang air kecil yg baunya pesing tapi buang air besar alias basa jawane ngising sembarangan. Sangat menjijikan pokoknya.

      Soal kekompakan komunitas yg say temui saya masih mempertanyakan seperti yg saya tulis di post mas.. Entahlah

      Suka

        1. Betul sekali. Saya rasa mereka yg melakukan itu sangat tdk pnya aturan. Bayangkan saja BAB dekat jendela kamar anggota TNI????

          Tidak hanya tdk tau aturan tapi seldh tergolong nekat. Untuk pas lagi ngeluarin gk ketahuan. Klo ketahuan masuk lagi kali tu hahaha.

          Anak buahnya aja pernah dihukum push up dr jam 12 sampai subuh. πŸ˜€πŸ˜πŸ˜‚

          Suka

  2. Vespa identik dengan motor gendud, dan motornya pak haji, hehe. itu foto pertama kategori vespa juga kah?
    btw, di medan jg banyak model begini. imagenya blm ada yang positif πŸ™‚

    Disukai oleh 1 orang

        1. Iya betul sekali saya pernah ngalamin hal itu mbak. Waktu itu lewat jalan yg sedang di perbaiki jadi yg berfungsi cuma satu jalur. Dia jalannya lambat dan ambil kanan terus pdahal motornya sudah dimodifikasi selebar mobil, kurang lebih kayak gampar pertama pda postingan. Saya ksaih bell kasih tau bahwa aya mau mendahulului tp dia cuek. Eh giliran saya nndahului lewat sebelah kiri. Di teriakin suruh brhnti. Alu geber geber aja sekalian mtor ku toh dia gk bakal bisa ngjar πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

          Suka

  3. Dulu saya pernah tinggal bentar dekat eksit tol sebelum belokan Tirto Agung. Sempat kenal beberapa anak vespa (saya sendiri bukan). Rata-rata OK, kuliah sambil kerja. Cuma memang sih, ada saja yang aneh-aneh.. Mantap postingannya. 🍸

    PS: Itu vespa apa tronton.. πŸ™‚

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: