Perjalanan Semarang-Purwokerto Dan Sebaliknya Tanpa Membawa SIM

Mengendarai kendaraan bermotor tanpa memiliki SIM (Surat Ijin Mengemudi) memang sebuah pelanggaran. Meskipun merupakan pelanggaran, nyatanya banyak yang nekat berkendara di jalan raya walau belum memiliki SIM.

Alasan tak memiliki SIM pun bermacam macam. Ada yang beralasan tak punya uang, ada yang malas karena tesnya sulit dan lain lain.

Sebenarnya, mengendarai kendaraan bermotor tanpa memiliki SIM itu sangat beresiko.

Tapi dengan dalih terpaksa saya nekat melakukan perjalanan menggunakan sepeda motor. Alasan utamanya ngirit ongkos dan alasan kedua jika bawa motor bisa dipakai saat di tempat tujuan. Alasan yang tidak bisa dibenarkan dan tidak patut dicontoh tentunya. Hehehe

Dari Purwokerto saya harus melewati sebagian kecil kabupaten Purbalingga karena memilih jalur Linggamas. Terus menuju kabupaten Banjarnegara, wonosobo ambil arah parakan menuju Kabupaten temanggung. Di Temanggung ada dua pilihan, lewat kota melalui jalur Ambarawa atau Jalur Bandungan.

Jika lewat kota harus rela berjalan perlahan karena merupakan jalur utama jadi banyak kendaraan yang melintas. Belum lagi cuaca yang panas jika perjalanan siang hari.

Sedangkan jika lewat arah bandungan harus berhadapan dengan jalur yang berkelok dan naik turun, namun suasana cukup lengang dan udara sejuk karena melewati daerah pegunungan. Secara jarak lewat Bandungan lebih dekat dan perjalanan lebih lancar jika hari biasa dan cukup aman bagi yang tidak lengkap surat suratnya karena melewati daerah pedesaan.

Namun saya lebih memilih jalur kota via Ambarawa karena saya berangkat bersamaan dengan arus balik para pemudik. Alih-alih memilih jalur Bandungan karena tidak memiliki SIM, saya lebih memilih jalur kota. Bukan tanpa alasan saya memilih jalur kota, pengalaman beberapa kali lewat Bandungan di musim lebaran membuat saya terjebak macet 3-4 jam sama sekali tak dapat bergerak.

Selain alasan kemacetan jika memilih jalur Bandungan, juga sangat minim kemungkinan kena tilang meskipun tidak memiliki SIM sebab tidak ada razia di musim mudik. Memang, jika lewat kota kemungkina macetnya lebih banyak. Akan tetapi jika terjebak macet di kota masih bisa nyelip-nyelip diantara kendaraan lain sebab ruas jalan cukup luas jika dibandingkan jalur Bandungan.

Dari sekian jalan alternatif yang ada dalam perjalanan dari Purwokerto ke Semarang satu-satunya yang saya sarankan untuk dihindari pada musim liburan adalah jalur Bandungan.

Setelah tiga Minggu bekerja di Semarang, saya memutuskan pulang ke Purwokerto untuk membuat SIM. Merasa berdosa selama ini mengendarai sepeda motor tanpa memiliki SIM. Sebenarnya dulu pernah memiliki SIM, namun karena masa berlakunya sudah kadaluarsa jadi harus membuat baru.

Insyaallah lain kali akan berbagi pengalaman membuat SIM.

Iklan

53 respons untuk ‘Perjalanan Semarang-Purwokerto Dan Sebaliknya Tanpa Membawa SIM’

Add yours

  1. Gak usah bikin mas, biar epik.. Ha ha. Saya dulu terlambat dua tahun, kalau pegi jauh selalu malam atau hari minggu, karena jarang ada pemeriksaan.
    Tahun baru juga kemana dengan sim yang kadaluarsa

    Disukai oleh 1 orang

  2. Wah, sy pernah lho mas ke Purwokerto tp sekitar tahun 2016. Pengalamannya bagus. Sebenarnya kalau scr hukum SIM itu sbg tanda bukti untuk kemudian dpt dimintakan pertanggungjawaban hukum bila terjadi pelanggaran. Sekaligus punya tujuan untuk melindungi pemegang SIM itu sendiri, hehehe

    Disukai oleh 2 orang

    1. Waaah dalam rangka apa mas ke Purwokerto? Kapan kapam kalai kesana lagi mampir hehe.

      Benar sekali mas selain SIM itu sebagai bukti bahwa pemilik SIM dianggap telah layak mengendarai kendaraan di jalan raya, juga sebagai identitas si pemilik.

      Karena alasan itulah saya sekarang sudah memiliki SIM. Hehehe

      Suka

      1. Iya jadi dulu waktu msh kuliah saya bekerja untuk sebuah Yayasan beasiswa mas. Kebetulan di Purwokerto ada anak” penerima beasiswa dr yayasan kami tsb. Kami berkunjung ke sana untuk melihat keadaan mereka langsung mas. Kapan” kalau ke sana, saya kabari mas, heheh 🙂

        Terkait SIM selamat ya mas sdh punya SIM, hahaha… Memang betul SIM sebenarnya untuk membuat keteraturan dlm berkendara di jalan sih Mas. Jadi tdk serampangan org di jalan.

        Disukai oleh 1 orang

    1. Paling susah itu memutari jalur berbentuk angka 8 tiga kali putaran sama putar balik membentuk huruf U pada lintasan selebar 3 meter.

      Kalau mau bikin saran saya datang agak pagian biar ounya banyak waktu buat nyoba. Aku jga awalnya takut gagal, karena emang sadar diri kemampuan berkendara saya masih belum seberapa dan pada saat mencoba juga gagal berkali kali. Tp akhirnya berhasil. Dan pas tes beneran Alhamdulillah lolos.

      Disukai oleh 1 orang

      1. Iya Mas, karena nyadar kemampuan saya naik motor ga seberapa lihat. Saya di jalanan berkelok pegunungan ga bisa, pasti kebablas ke ruas jalan sebelahnya. Apalagi jalur 8 yang cupet beloknya itu. Takut gagal dulu. 😥

        Makasih sudah berbagi pengalaman dan sarannya Mas.
        Alhamdulillah akhirnya sekarang punya SIM lagi ya Mas Juman. Selamat Mas. Hehe

        Disukai oleh 1 orang

    1. Ya begitulah seperti yg tertulis di postingan dengan berbagai alasan yg telah disebutkan. Tapi Alhamdulillah sekarang sudah punya sim walau baru berupa kertas karena bahannya lagi kosong katanyam dan entah sampai kapan jadinya. Hihi

      Suka

  3. Itulah liku-liku kehidupan di atas roda, saya juga punya pengalaman unik di atas roda tanpa SIM.
    Dulu pertama punya SIM di Batam tahun 1995 kemudian baru tahun 2017 punya sim kembali, dalam rentan waktu tersebut bisa dibilang paling aktif mobile di seluruh indonesia kecuali Irian Jaya.

    Disukai oleh 2 orang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: