Percayakah Anda Ada Anak Ingusan Jadi Begal? Jika Benar, Kenapa Ini bisa Terjadi?

Begal undip, begal Tembalang, begal Banyumanik
Sumber gambar: Kiriman WhatsApp

Seperti tak percaya mendapat kabar ini sebab, belum genap satu hari saya pulang dari Semarang. Terlebih lokasi kejadian itu merupakan tempat yang sering saya lewati saat berada di sana. Meskipun saya tidak bekerja di lingkungan kampus tentunya.

Peristiwa pembegalan di kawasan Universitas Diponegoro Semarang kembali terjadi. Yang mencengangkan mereka yang diduga pelaku masih berusia belasan tahun, bahkan diantara mereka ada yang masih berstatus siswa SMP.

Mengutip dari jatengtoday.com. Kejadian pencurian dengan kekerasan atau pembegalan di dalam Kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Akibat kejadian itu, satu orang mahasiswa Undip terluka cukup parah.Dari informasi yang dihimpun, peristiwa pembegalan itu terjadi pada Jumat (24/8/2018) sekitar pukul 00.15. Saat itu, korban yang bernama Trisnata, mahasiswa Teknik Mesin angkatan 2015 hendak pulang dari lab dan dicegat oleh pelaku di dalam area kampus.

Saya katakan kembali terjadi, sebab menurut penuturan beberapa warga yang tinggal di sana termasuk kakak saya, beberapa bulan sebelumnya kejadian serupa pernah terjadi. Hanya saja lokasinya yang berbeda. Kejadian sebelumnya terjadi di sekitar Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND).

Kejadian sebelumnya mungkin bisa dibilang wajar karena berada di luar area kampus. Tepatnya pada jalan yang menghubungkan antara Kelurahan Tembalang dan Desa Mangun Harjo.

Meskipun di depan pintu masuk rumah sakit ada satpam yang berjaga, tetapi mereka hanya menjaga area dalam rumah sakit.

Sementara peristiwa yang kemarin terjadi benar-benar terjadi di dalam area kampus. Bahkan hanya berjarak sekitar 100-200 meter dari pintu masuk utama kampus tersebut. Dimana pada pintu masuk utama ada post security dan ada beberapa security yang berjaga di sana.

Lalu kenapa hal itu bisa terjadi?

1. Dari segi kemanan kampus.

Dari segi keamanan, seharusnya kampus Undip termasuk kategori aman. Sebab selain security yang berjaga di pintu masuk utama, setau saya di masing-masing fakultas juga ada petugas yang berjaga.

Namun ada sedikit celah, terutama di pos pintu masuk utama. Celahnya adalah pintu utama kampus juga merupakan jalan utama bagi warga jurang blimbing. Kerena itu petugas mungkin merasa sungkan untuk mengecek satu persatu orang yang masuk terutama orang asing. Atau bahkan mungkin tidak ada prosedur pemeriksaan. Hal itu mungkin yang menyebabkan orang asing mudah masuk ke area kampus tanpa pemeriksaan.

Lalu dari segi keamanan di dalam area kampus khususnya jam malam sebenarnya juga cukup ketat. Selain petugas yang berjaga pada masing-masing pos di setiap fakultas juga ada yang patroli.

2. Kenapa pelakunya anak ingusan.

Ini pertanyaan besar dalam hati saya.

Kenapa anak seusia mereka sudah senekat itu melakukan tindakan kekerasan?

Apa karena saking kepepetnya terdesak kebutuhan hidup kah?

Apa karena pengaruh pergaulan yang salahkah?

Pola asuh yang keliru kah?

Atau bahkan apa orang tua mereka yang kurang peduli kah?

Memang dari sumber yang saya cantumkan, pada saat berita itu dipublikasikan mereka yang ada pada foto belum ditetapkan sebagai tersangka karena belum cukup bukti. Dan terlepas apakah mereka benar-benar pelaku atau bukan dalam kejadian tersebut. Yang ingin saya tanyakan adalah jika benar anak seusia itu sudah nekat melakukan tindakan kekerasan. Karena menurut penuturan beberapa korban khususnya yang terjadi beberapa kali di dekat RSND, mereka mengatakan bahwa pelakunya diperkirakan usia SMP dan SMA.

Apa faktor terbesar yang mempengaruhi?

Dan bagaimana agar kejadian serupa tidak terjadi lagi walau pelakunya orang dewasa sekalipun?

Iklan

30 respons untuk ‘Percayakah Anda Ada Anak Ingusan Jadi Begal? Jika Benar, Kenapa Ini bisa Terjadi?’

Add yours

    1. Iya mas. Ya mungkin karena celah seperti yg saya tulis, sehingga membuat orang asing mudah masuk. Memang sepertinya sulit bagi pihak kampus untuk melakukan kebijakan memeriksa setiap orang.

      Tapi sebenarnya yg lebih ingin saya soroti adalah tentang nb usia yg diduga pelakunya itu mas. Masa anak seusia itu sudah senekat itu?

      Suka

      1. Banyak faktor ya kan. Tapi dominan menurut saya seperti yang mas jalil dan mas juman katakan. Di medan juga seperti itu. Kampus USU yang cukup luas dan memiliki banyak petugas keamanan pun masih kecolongan. Sama seperti di undip. 😑😑😑

        Suka

  1. Ya ampun, itu beneran bocah ya. Usia segitu harusnya masih mikirin sekolah, buat pr, belajar buat ulangan. Apa mungkin kebanyakan nonton film. Tapi pengaruh budaya konsumtif bisa juga sih. Lihat orang punya barang ini itu trus pengen tapi ga ada duit. Trus bikin aksi, yaaah… yg kemungkinan besar nyontoh dr film

    Disukai oleh 1 orang

    1. Sepikiran dengan saya mas, kemungkinan terbesar penyebab krna pemikiran yg terlanjur di rasuki pemikiran konsumtif. Pengin beli ini itu seperti yang lain tapi gk kesampaian.

      Tapi ada penyebab lebih penting knpa anak seusia itu sdh memiliki hasrat konsumtif yg tinggi? Tentu tak lepas dr pengarahan dan pengawasan orang tua serta pengaruh Lingkungan.

      Disukai oleh 1 orang

  2. Aku juga penasaran kang.
    Keluarga dan lingkungan juga berpengaruh sih menurutku.
    Kalau anak seusia itu menganggap kekerasan hal yg wajar dan biasa saja. Mungkin bisa jadi mereka sudah terbiasa melihat kekerasan di sekitar mereka. Entah keluarga atau lingkungan. Rasa empati apalagi welas asih ya sudah nggak ada.
    Tapi bisa juga sih sampai nekat begitu memang kondisi yg memaksa (kebutuhan) ya..

    Disukai oleh 1 orang

    1. Benar sekali mas. Biar bagaimanapun peran orang tua dan lingkungan sangat berpemgaruh.

      Klo kebutuhan saya rasa bkn soal kebutuhan hidup seperti makan tp lebih kepada kebutuhan gaya hidup seperti yg mas abdul jallil bilang. Misal ingin beli barang mewah gadget mtor keren atau sekedar minum minuman keras.

      Disukai oleh 1 orang

  3. Ngeri ya. Mungkin anak seperti itu kurang diperhatikan atau kurang diberi pendidikan moral & agama sewaktu kecil. Dulu waktu saya masih smp mah mana ada mikirin begal. Mau maen ke warnet aja masih takut pulang kerumah bakal telat hahaha.

    Suka

    1. Benar sekali, kita perlu waspada di mana pun kita berada. Sebab seperti kata bang napi “Kejahatan terjadi tidak hanya karena ada niat pelaku, tapi juga karena adanya kesempatan. WASPADALAH…..!!!!!! WASPADALAH…..!!!!!! WASPADALAH……!!!!!!!!”

      😂😂😂

      Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: