3 Alasan Konyol Yang Diucapkan Anak Ku Untuk Menutupi Kesalahannya

Menyadari anakku sudah pandai berbohong di usianya yang belum genap 3 tahun membuat aku berupaya untuk mengevaluasi diri.

Aku yakin 100% tak pernah sekalipun mengajari dia berbohong.

Tapi kenapa dia sudah bisa berbohong…????

Yang membuat aku heran, alasannya sangat konyol jika dilihat dari sudut pandang orang dewasa.

Apa saja itu?

1. Baju Sobek Terkena Angin

Ceritanya beberapa hari lalu aku baru saja selesai mengambil jemuran yang sudah kering. Karena ada baju yang dijemur sehari sebelumnya yang belum sempat aku rapikan, maka saat itu juga aku lipat agar menjadi lebih rapi.

Saat melipat baju Khayla (anakku) aku melihat baju yang robek bekas di gunting.

Karena kebetulan saat itu dia berada di samping ku, aku pun bertanya. “Ini bajunya kok sobek? Khayla yang nyobek pakai gunting ya?’

Dengan santai dia menjawab “Enggak. Kena angin kali yah..????”

Sambil tersenyum aku berkata “Oh kena angin ya? Ya sudah kalau gitu”

Padahal kalau dipikir kan sangat tidak mungkin baju Sobek hanya kena angin. Apalagi sobekannya jelas sekali bekas gunting dan sehari sebelumnya memang aku sempat melihat dia bermain gunting.

Sebenarnya ingin sekali marah, soalnya baju itu baru beli lebaran kemarin. Tapi tak ada gunanya juga marah-marah.

Yang membuat aku bertanya darimana dia mendapatkan jawaban itu secara spontan….???? 🤔🤔🤔🤔🤔

2. Gelas Bocor Karena Minumannya Cepat Habis

Cerita gelas bocor tak begitu membuat ku heran karena aku sering mengucapkan kalimat itu. Kata itu sering aku ucapkan saat dulu istri ku masih di rumah. Berawal dari kebiasaan istri yang jika minum kopi sekali tenggak langsung habis.

Berbeda dengan ku yang jika minum kopi bisa berjam-jam baru habis. Bahkan kadang kopi dari pagi, siang baru habis setelah ditinggal beraktifitas.

Setelah istriku minum aku selalu bilang gelasnya bocor apa bu?

Namun cerita ini pun tak kalah menarik tat kala diucapkan oleh anakku. Ceritanya pada waktu itu dia habis main sama teman-temannya lari kesana kemari. Setelah itu dia pulang dan minta minum air putih.

Tak seperti biasanya jika dia minum pakai gelas lama sekal baru habis. Pada saat itu sekali minum langsung habis.

Dengan sedikit heran aku bertanya. “Kok minumnya cepat sekali habis?

Sambil berlari mengejar temannya dia menjawab “Gelasnya bocor yah.” 😂😂😂😂

3. Dot Disimpan Di Dalam Lemari Biar Nggak Dimakan Tikus

Cerita ini baru saja terjadi tadi, sebelum dia tidur. Anakku memiliki kebiasaan mengumpulkan barang apa saja yang dia temui menjadi satu, lalu di taruh dimana pun dia suka.

Salah satu kejadian yang cukup membuat ku kesal, ketika kunci motor ku di taruh dalam toples dicampur jadi satu dengan semua mainannya.

Untungnya masih ada motor adikku yang kebetulan ditinggal di rumahku, jadi aku tidak terlalu kebingungan.

Awalnya aku tak mengira kunci motor ku dijadikan mainan oleh dia. Dan setelah berulang kali mencari akhirnya secara tak sengaja menemukan kunci itu bercampur dengan mainannya.

Rasanya ingin sekali marah. Tetapi buat apa marah la wong sudah ketemu. 😂😂😂

Hampir sama dengan kejadian itu, tadi saat hendak tidur seperti biasa dia minta dibuatkan susu pakai dot.

Di cari kesana-kemari ternyata dot itu disimpan dalam lemari pakaian.

Setelah ketemu dan aku tanya siapa yang menaruh dot itu dalam lemari?

Dengan santai pula dia menjawab “Khayla yah yang naruh. Disimpan biar nggak dimakan tikus.”

Dalam hati aku ingin berkata “Alasan macam apa yang kamu ucapkan? Mana ada tikus makan dot?”

Tapi sudahlah aku berpikir sisi baiknya dia sudah mampu memberikan sebuah alasan atas tindakan yang dia lakukan.

Hanya saja yang masih jadi pertanyaan darimana dia belajar semua itu.

Namun dengan mengingat alasan gelas bocor atas perilaku minumnya yang terlalu cepat, aku memiliki kesimpulan dia belajar dari apa yang dia lihat dan dia dengar, tanpa harus diajari.

Dengan begitu aku harus lebih berhati-hati dalam berkata bertindak dan bersikap terutama saat dihadapkan anakku.

Anda para ayah dan para ibu ada yang pernah ngalamin hal sama? Mari berbagi cerita.

Untuk para jomblo aku nggak nanya yaa.. kalau berkenan cukup nyimak aja.

Hihihi

13 respons untuk ‘3 Alasan Konyol Yang Diucapkan Anak Ku Untuk Menutupi Kesalahannya

Add yours

      1. Kalau anak ada salah menurutku ditanya dulu kenapa dia bikin salah. Setelah tau baru marah2. Hehe. Tapi marahnya jangan bikin dia jadi trauma. Kalau trauma makanya dia bisa bohong. Menurut pengalamanku sih. Maafkan kalau salah.

        Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: