Mengingat Nama-nama Guru SD

Anda masih ingat semua nama Guru SD dari kelas 1 sampai kelas 6..???

Tak sengaja tadi saya menemukan kiriman dari salah satu anggota grup yang saya ikuti di Facebook.

Isinya membuat pikiran saya tiba-tiba melayang kembali ke masa lalu. Postingan tersebut kurang lebih begini. Masih ingatkah nama guru SD kalian dari kelas 1 sampai kelas 6…????

Seketika itu juga memori otak saya mencari dimana letak kenangan itu tersimpan. Dan teringatlah beberapa nama sekaligus bayangan tentang sifat, kejadian penting dan lain sebagainya.

Dan karena sedang ingat sekaligus ingin berbagi cerita maka saya putuskan untuk mengabadikan nama mereka di blog ini.

1. Sri Herawati Spd

Bliau adalah guru kelas 1 dan kelas 2 pada saat saya SD dulu. Dua tahun diajar bliau banyak kenangan yang tersimpan. Kenangan yang paling melekat dalam ingatan saya adalah sifatnya yang amat sangat penyabar. Tak pernah sekalipun beliau memarahi anak didiknya.

Kalaupun ada siswa yang melakukan kesalahan beliau menasehati dengan cara yang sangat bijak.

Teringat pada saat itu karena sekolah kami mewah (mepet sawah) jadi hampir setiap jam istirahat selalu bermain ke sawah.

Pada saat bermain di sawah saya menangkap seekor kadal dan berniat memeliharanya. Sebelum sampai dibawa ke rumah, singkat cerita ketahuan sama bu Sri (sapaan akrabnya).

Tak ingin kadal itu mati sia-sia bliau mencoba membujuk agar kadal itu dilepaskan.

Cara yang bliau gunakan sangat luar biasa.

Bliau bertanya: “Jum.. kamu mau merawat kadal ini?”

Aku jawab: “Iya bu.”

Kembali bliau bertanya: “Kamu sudah tau makanannya apa?”

Dengan polos saya menjawab “Tidak tau

Lalu bliau pun kembali berkata dengan nada lembut “Kalau kamu nggak tau apa makanannya. Gimana kamu mau kasih makan? Kalau dia nggak dia kasih makan apa nggak kasihan? Dia akan tersiksa dan mati kelaparan. Apabkamu tega melihat kadal itu mati kelaparan?”

Mendengar kata itu aku hanya bisa berucap “Iya bu nanti saya lepaskan.”

Dan akhirnya kadal itu pun saya lepaskan kembali ke habitatnya.

Satu hal yang juga tak pernah bisa saya lupakan, bliau pernah tiga kali datang dan memberi nasihat dalam mimpi.

Yang aneh bagaimana mungkin beliau masih mengingat wajah dan namaku sementara kedatangannya pada mimpi itu setelah saya beranjak dewasa.

Memang orang yang hadir dalam mimpi itu bukanlah benar-benar bliau bu Sri Herawati, sebab bliau meninggal ketika saya kelas 3 SD.

Mungkin itu cara Allah mengingatkan saya dengan menghadirkan sosok yang sangat saya hormati agar lebih mudah saya terima nasihatnya.

2. Uman Uman Spd

Bliau guru kami saat kelas 3 SD. Namanya unik hampir sama dengan nama saya. Bedanya nama beliau tidak memakai huruf “J” dan namanya di ulang. Bliau sosok guru muda yang pendiam. Pada saat mengajak kami, bliau baru mempunyai seorang anak berusia 3 tahun.

Bliau mengajar kami di kelas 3. Satu kejadian yang paling saya ingat adalah saat jam pelajaran sedang, tiba-tiba terdengar suara pesawat melintas di atas sekolah kami. Seketika itu juga semua murid berhamburan keluar untuk melihat pesawat tersebut.

Maklum kami orang kampung yang masih norak dan melihat pesawat terbang dalam posisi dekat sangatlah jarang. Hehehe

Melihat kejadian itu bliau (Pak Uman) hanya tersenyum tanpa berkata sepatah kata pun. Baru setelah pesawat itu pergi bliau meminta anak-anak untuk kembali ke kelas.

3. Sofyan Spd

Bliau adalah sosok guru yang cerdas punya banyak wawasan. Selain itu liau juga seorang yang humoris.

Bliau adalah guru kami saat kelas 4 SD. Dalam mengajar bliau sering menggunakan metode bercerita untuk memudahkan kami dalam memahami pelajaran.

Sayangnya belum genap satu tahun beliau mengajar kami, bliau dipindah tugaskan ke sekolah lain dan menjadi Kepala Sekolah di sana. Dan setelah itu di gantikan oleh Pak Sukirno Spd.

Kabar terakhir yang saya dengar bliau sudah meninggal beberapa tahun lalu. Semoga arwah beliau diterima disisi Allah SWT.

4. Supriyanto Spd

Guru yang satu ini agak sedikit berbeda dari yang lain. Bliau adalah guru yang tegas dan lantang bila berbicara. Sosoknya yang tinggi besar dan tegas membuat sebagian besar murid agak takut padanya.

Tak hanya itu tak seorang murid pun berani membantah perkataannya. Misalnya ketika bliau menyuruh untuk mengerjakan tugas dari halaman sekian sampai sekian tak ada tawar menawar.

Jam pelajarannya pun sangat disiplin. Berbeda dengan guru lain dimana jam istirahat kadang molor hingga beberapa menit karena sekolah kami belum menggunakan jam istirahat serentak menggunakan bel atau yang lainnya.

Dan sisi baiknya hampir semua siswa di kelas 5 mengalami peningkatan nilai yang cukup signifikan.

5. Zaidul Qirom Spd

Tingkahnya yang konyol saat mengajar membuat bliau terkesan bukan seperti layaknya seorang guru. Terkadang seolah kami menganggap bliau bagaikan badut yang pandai mengajar, namun dalam konotasi yang positif.

Setiap guru punya cara tersendiri untuk mendekatkan diri pada anak didiknya. Dan mungkin cara itu yang bliau pilih agar kami tidak merasa canggung. Meski tingkahnya lucu namun bukan berarti membuat bliau kehilangan wibawanya sebagai seorang guru. Di balik tingkahnya yang lucu dia juga menjaga batasan agar anak didiknya tidak bersikap kurang ajar.

Alhasil dengan cara itu kami tak merasa segan atau malu untuk bertanya jika ada pelajaran yang kurang faham.

Selain 5 lima nama guru di atas masih ada … Guru lagi. Guru guru ini merupakan guru pengganti. Baik itu guru pengganti saat salah satu guru kelas tidak berangkat maupun guru pengganti dari guru yang dipindahkan tugaskan.

6. Sirep Spd.

Ibu Sirep guru yang berpawakan besar dan tinggi. Bliau guru pengganti yang lebih sering menggantikan Ibu Sri Herawati saat tidak bisa hadir mengajar.

Bliau ini baik dan sangat disiplin. Karena kedisiplinannya itu bagi bagi sebagian besar anak kelas 1 dan 2 SD dianggap sebagai soaok yang galak.

Satu hal yang unik dari ibu Sirep bliau memiliki suami bernama Marjan. Pak Marjan S.Ag ini seorang guru SMP. Tak jarang nama itu menjadi lelucon dan diplesetkan menjadi sirup marjan.

Ketika anak-anak melihat bliau hendang masuk kelas anak-anak saling berbisik “Awassss…. Ada ibu sirup marjan” Sungguh lelucon yang tidak beretika. Namun apalah daya di usia kami yang masih kelas 1 SD masih belum begitu paham apa itu etika.

Uniknya lagi saat saya SMP Pak Marjan juga menjadi guru mata pelajaran agama Islam di sekolah saya. Sebelumnya pak Marjan mengajar sekolah jauh daeu tempat kami. Entah itu kebetulan atau apa. Kami diajar sepasang suami istri itu. Bahkan saat SMP bliau menjadi wali kelas saya dua kali.

7. Sukirno Spd

Bliau sosok paling galak dari semua guru SD yang mengajar di sekolah kami. Tak jarang saya mendapat pukulan penggaris atau lemparan penghapus akibat kenakalan saya. Hehehe

Hampir semua anak didiknya tidak ada yang tidak merasakan beratnya kepalan bliau atau minimal dilempar kapur. Kalau sekarang masih begitu mungkin sudah banyak yang melaporkan ke polisi. Hihi

8. Tuja Spd

Pak tuja (baca: Tuya) adalah kepala sekolah pertama yang ada saat pertama kali saya masuk sekolah tersebut.

Bliau sangat penyabar dan penyayang. Dia juga terkenal ramah di lingkungan sekitar sekolah.

9 Wardi Spd

Pak Wardi adalah guru kelas 4 SD saat saya masih kelas 1 hingga kelas 3. Dan bliau pensiun saat saya hendak naik kelas 4. Sosoknya ramah baik hati dan tegas.

10. Syamsudin

Pak Syamsudin adalah kepala Sekolah pengganti pak Tuja. Bliau terkenal ramah dan lucu. Bahkan karena kelucuannya itu saat pertama kali datang dan pada sesi perkenalan bliau menyebut dirinya sebagai seorang guru yang TOP. Singkatan dari kata Tua Ompong Peot.

Karena ucapan beliau tersebut seketika itu juga semua yang hadir, baik siswa maupun guru yang lain tertawa.

11.Suratman Spd

Bliau adalah Kepala Sekolah pengganti pak Syamsudin. Pak Suratman ini lebih sering di sebut mbah guru. Selain karena usia beliau yang memang sudah tua (sepuh), bliau disebut mbah guru juga karena dulu pernah mengajar di sekolah kami saat masa-masa bapak ibu kami kecil. Jadi bisa dibilang bliau mengajar anak cucu. Walau bliau jarang mengajar karena memang status bliau Kepala Sekolah.

12. Sutiman Spd

Bliau baru ditugaskan ke sekolah kami setelah saya naik ke kelas 6 SD. Bliau merupakan guru olahraga pertama di sekolah kami.

Ada satu penyesalan yang pernah saya lakukan terhadap bliau. Saya pernah membuat bliau terjatuh dan kepalanya terbentur tanah.

Ceritanya saat jam pelajaran olahraga bliau megajarkan teknik kayang. Kemudian bliau menyuruh saya untuk memberikan contoh. Mungkin alasan bliau menyuruh saya untuk memberikan contoh karena sering melihat saya aktif salto koprol dll.

Namun karena iseng saya bilang baoak saja yang kasih contoh. Kan gurunya bapak masa saya kasih contoh…??? Kalimat itupun mendapatkan dukungan daei teman-teman yang lain. Akhirnya beliau oun berupaya untuk memberikan contoh. Namun sayang rubuhnya yang sudah cukup berumur tak sekuat dulu, dan tak sengaja terpeleset sampai kepalanya terbentur. Setelah itu saya merasa sangat menyesal. Dan akhirnya saya juga yang memberikan contoh karena memang masih banyak siswa yang kurang tau.

13 Puji Astuti.

Bliau adalah guru kelas 3 saya, tapi hanya beberapa bulan sebelum akhirnya digantikan oleh pak Uman uman.

Bliau terkenal sebagai tukang tidur oleh para siswanya, sebab bliau sering tertidur saat sedang mengajar. Entah karena kecapaian atau apa entahlah kami tak pernah tau. Bahkan pernah beberapa kali ketahuan ngiler saat tidur di kelas.

Di luar itu bliau adalah sosok yang baik hati tapi juga tegas. Sifatnya kurang lebih seperti bu Sirep.

14. Dasuki S.Ag

Beliau guru pendidikan agama Islam. Sosok yang baik, ramah dan taat beribadah. Tak banyak saya mengenal karakteristik beliau sebab hanya sebentar bliau mengaja kami. Bliau dipindah tugaskan ke sekolah lain saat saya awal masuk kelas 4 hampir bersamaan dengan pak Sofyan.

Satu kejadian yang paling saya ingat adalah saat bliau menjawab pertanyaan para siswa apa arti nira dalam bahasa jawa. Lalu bliau menjawab nira itu kain(bahan untuk membuat pakaian). Padahal Arti sebenarnya nira itu badeg/legen/sajeng dalam bahasa jawa.

15. Suyitno S.Ag

Bliau guru agama yang mendidik kami sejal kami kelas 4 SD hingga lulus.

Banyak kenangan manis maupun pahit yang tak bisa diceritakan diceritakan di sini. Kami belajar banyak dari bliau tentang hukum hukum Islam dan ilmu yang lain.

Anda masih ingat semua nama guru SD anda….???? Saya tantang anda untuk menyebut semua nama Guru SD anda di kolom komentar.

Hehehehe

17 respons untuk β€˜Mengingat Nama-nama Guru SD’

Add yours

  1. Guru di SD saya gak sebanyakya di SD masnya nih, jadi gampang ngingetnya. Hhee
    1. Bu Sumirah (Guru kelas 1-3)
    2. Bu Nurhasanah (Guru kelas 4)
    3. Pak Sarwono (Guru kelas 5)
    4. Pak Ngadina (Guru kelas 6)
    5. Pak Wathori (Guru Agama Islam)
    6. Bu Dewi (Guru Bahasa Inggris)
    7. Pak Tochid (Kepala Sekolah)
    8. Agus Tri Saputra (Kepala Sekolah) keduanya pernah menjadi guru pengganti.

    Btw jadi pingin nulis juga nih.

    Suka

  2. Wah bisa inget gitu, keren
    saya aaja sudah banyak yang lupa guru SMp, bahkan kadang saya lupa nama gurur SMA
    apalagi guru SD, mungkin sudah banyak yang tidak mengajar sekarang (pensiun)
    tapi ada satu guru yang sampai sekarang aku ingat, meskipun aku tidak tau keadaanya sekarang tapi berkat beliau, rasa kepercaya diri ku mulai tumbuh

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: